G.Kelud, Guyonan dan Kopi Cethol

October 21st, 2007 by Rudy

Tanggal 17 Oktober 2007, status G.Kelud ditingkatkan statusnya menjadi awas.Dan letusan diperkirakan terjadi pada pukul 22.00 wib.Ternyata setelah ditunggu sampai jam tersebut G.Kelud tetap belum mau mengeluarkan letusannya.Mungkin sayuti belum pulang.Begitu banyak terjadi polemik menyingkapi status gunung tersebut.Memang status awas dikeluarkan oleh Satlak bencana G.Kelud, tapi perkiraan meletus pada jam tersebut dikeluarkan oleh Humas pemerintah blitar, dan Satlak tidak pernah mengeluarkan perkiraan tersebut.Aneh memang, sama - sama dari pemerintahan tapi kurang koordinasi.
Karena terjadi kurang koordinasi tersebut, rakyat termasuk saya jadi sering guyonan menyingkapi polemik dan Gunung kelud.Mulai gunung kelud ga akan meletus sebelum sumbu nya dinyalain.Dasar anak muda, bencana selalu dipake guyonan,ga di warung soto, tempat nongkrong atau dimanapun, selalu membicarakan gunung kelud.Tapi lebih asik jika guyonan itu ditempat warung kopi.
Bicara warung kopi, di Tulungagung semakin menjamur kopi - kopi warung cethe.Penjual tidak hanya menjual kopi - kopi tetapi juga banyak yang memberikan tambahan service agar pengunjung sering datang.Mulai dari penyediaan tempat bilyard, makanan - makanan ringan dan tidak lupa girl service.
Yang terakhir itu yang namanya warung kopi cethol.Saya sendiri pernah membuktikan kopi cethol tersebut.Awalnya risih juga sih karena bukan kita yang nyethol, tapi cewek - cewek tersebut yang nyethol.Entah itu diminta oleh sang juragan atau memang kehendak sendiri, saya kurang tahu.Tapi akibat service tersebut warung kopi yang menyediakan service tersebut laris manis.
Terlepas masalah layanan yang kontroversial tersebut,warung kopi seperti halnya warung kopi di Aceh, merupakan tempat ngumpul bareng, disklusi ringan,tempat pengembangan kreasi seni.Tak heran jika anak muda Tulungagung kreatif dalam membuat rokok cethe.Rokok Cethe tersebut merupakan sebuah lukisan yang tintanya terbuat dari sisa kopi yang mengendap.Banyak lukisan yang dihasilkan, mulai dari gambar mawar, tulisan arab tergantung kreatifitas masing - masing.
Dan seperti yang saya bilang diatas, diwarung kopi tersebut muncul guyonan - guyonan pra gunung kelud meletus .Mengalir begitu saja seperti lahar gunung kelud yang tidak ada seorangpun mampu memprediksi kapan gunung kelud meletus, seperti angin di puncak gajah mungkur,guyonan selalu mewarnai warung kopi. Dan warga sekitar gunung kelud masih menunggu

“Jakarta, pasca pulang kampung, 21 Oktober 2007″

Posted in Coret

4 Responses

  1. wandi

    koen de-cethol opomu? suka ndak? tulis dong review rasanya di-cethol mbak-mbak…

  2. dudi

    sek mending di cethol. timbang di ceples. rudy mana berani? paling beralasan lek kampes’e suwek

  3. Indra Wahyudi

    Paling banter seng nyeples ibuk-e

  4. gunadum

    cethol itu apa

    *belom ngerti

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.