Kontemplasi

June 19th, 2008 by Rudy

Sebuah komputer secara hardware adalah sekumpulan onggokan besi yang tidak apa - apa.Tidak bisa mengeluarkan suara.Kemudian muncullah operating system yang biasa kita kenal, ada yang namanya DOS, Windows 98, Windows NT, Windows 2000, Windows XP, Windows Vista, Macintosh, Lisa,Novel dan masih banyak lagi.

Pemilihan Operating system tersebut biasanya berpatokan dengan “Harga”, ya harga.Bisa harga diri maupun harga nominal.Harga diri tidak bisa dinominalkan, ini sebuah gengsi, walaupun dengan operating system tersebut kita tidak bisa mempelajari isi di dalamnya.Di Indonesia ( yang saya tahu ) dari dulu waktu masih smp, saya diperkenalkan dengan yang namanya Operating System DOS, Layar Hitam dengan tulisannya warna putih.Kami tidak tahu apa yang namanya HAKI, entah apakah DOS sudah mempunyai lisensi atau tidak, saya kurang paham betul.Kemudian pada waktu SMU, saya diperkenalkan dengan yang namanya Windows 98.Keren!, ada gambarnya, mengetik pun lebih mudah.Itulah awal dimana saya tahu perjalanan sebuah operating system pasaran Indonesia.Ternyata operating system ini ada dimana - mana, Kantor Keluarahan, Kecamatan, Pemda,sampai - sampai ada juga mata pelajaran mengenai ini.

Pada Tahun 2005 muncul sebuah berita mengenai HAKI,istilahnya pun asing bagi saya.Dan berefek pada masalah lisensi software,lisensi software ini melindungi Hak - hak para intelektual.Tidak terkecuali dengan operating system yang dipelajari di sekolah.Ada praduga tak bersalah dimana sekolah yang dulu saya mempelajari tentang operating system,kantor kelurahan, kantor camat tersebut merupakan operating system bajakan.Karena dengar - dengar hanya dengan 50 ribu rupiah, komputer sudah bisa dipakai, sudah ada operating system.Kenapa begitu ? karena setelah saya coba cari tahu internet, khususnya dipembelian software yang berlisensi harga untuk sebuah operating system windows sekitar Rp.850.000.Dan itu hanya untuk operating system saja, belum bisa mengetik yang artinya belum bisa untuk meringankan kerja sebuah institusi.

Ditengah - tengah kondisi dimana semua biaya melambung tinggi, harga tersebut saya pikir sangat mahal, lebih baik dibelikan makanan daripada lisensi sebuah operating system.Tak perduli apakah operating system tersebut berlisensi atau tidak, peduli setan.Mungkin begitulah pendapat dari beberapa teman.Tanpa disadari oleh mereka ternyata ada operating system berlisensi yang lebih murah.Harga turun mencapai 100%.Linux, orang biasa menyebutnya.

Linux menurut saya adalah sebuah solusi.Solusi dimana kita bebas menggunakan, bebas untuk mempelajari.Linux mempunyai lebih dari 100 varian, yang paling banyak digunakan menurut saya ubuntu, fedora, opensuse, debian.Pemilihan distro tersebut didasarkan atas kebiasaan, kegemaran, pertemanan.Tidak ada yang sulit di linux, asal mau mempelajarinya.Seperti dulu awal waktu memegang mouse, sulit untuk mengendalikannya, tapi ketika sudah terbiasa menjadi mudah.Persiapan untuk pindah operating system tidak sulit juga.Banyak tips sebelum pindah seperti salah tips yaitu pilihlah os linux yang banyak digunakan orang, teman atau siapapun.
Kelegalan linux adalah GPL yang mempunyai kepanjangan dari General Public Lisense.Tidak seharusnya kita ragu mengenai lisensi ini,kita bisa jalan - jalan ke bandara dengan santainya.

Aplikasi yang berjalan di linux pun hampir sama dengan aplikasi yang berjalan pada operating system windows.Seperti Aplikasi Open Office sudah menyamai dengan Microsoft Office.Aplikasi multimedia pun juga sudah ada di linux, tak lupa dengan themes yang menurut saya lebih bagus daripada themes di windows.Jadi tidak seharusnya kita meragukan Linux.

Sebuah pertanyaan pada suatu saat, ketika saya sedang berdisklusi dengan beberapa teman, apakah linux aman ?.Aman disini adalah aman terhadap virus, tanpa ragu saya menjawab linux sampai saat ini aman terhadap gangguan ini.Walaupun sudah ada anti virus untuk linux, tapi buat apa anti virus jika linux aman.Masihkah kita ragu untuk berpindah ke Linux ?

Sehebat apapun produk manusia, pasti ada kekurangannya, tak terkecuali dengan linux.Salah satu kelemahan linux kurangnya dokumentasi mengenai linux,harus mengambil ke internet untuk update, walaupun bisa lewat suatu media penyimpanan tetap saja harus terkoneksi dengan internet.Support Hardware yang kurang juga mempunyai kendala tersendiri.Ada beberapa hardware yang kurang disupport oleh linux, biasanya wireless,soundcard, VGA, Webcam dll.Ini merupakan tantangan para pengembang maupun pengguna.Inti dari linux sendiri menurut saya adalah belajar.

“Kontemplasi dari pengguna Linux yang masih mendengarkan lagu bajakan “

Posted in Coret

7 Responses

  1. dudi

    Makanya pake Fedora!

  2. wandi

    selain hardware, ada software. namun yang paling penting adalah brainware: the man behind the gun.

  3. dudi

    #2: wandi, kalo orang yg gak pernah mikir (sepertimu ndi). yang bisanya cuman tuding-tuding aja. masa’ bisa dibilang punya brainware? :D

  4. Rudy

    bawaan lahir :p

  5. bayusastra

    hehe namanya juga OS, …ngomong2…punya “hardy 8.10″ ?

  6. aLe

    masih pengguna jendela :(

  7. eenx

    M…. pake Hardy neh :D

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.